Musang Gunung Diplogale hosei ditemukan di Areal PT Sari Bumi Kusuma Print
Written by SBK   
Wednesday, 01 August 2012 08:37

Para peneliti dari Universitas Kyoto dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah  merekam keberadaan Musang Gunung (Diplogale hosei), salah satu jenis karnivora yang jarang dijumpai di Borneo, di areal PT Sari Bumi Kusuma (SBK).

Menurut Hiromitsu Samejima dari Universitas Kyoto dan Gono Setiadi dari LIPI, hal tersebut merupakan catatan pertama spesies tersebut terdapat di Indonesia, sekitar 500 km dari batas sebaran yang diketahui saat ini (Sabah, Serawak dan Brunei).

Lokasi keberadaan spesies berada pada ketinggian 325 m di atas permukaan laut (d.p.l). Jauh lebih rendah dari catatan yang saat ini diketahui (450 – 1.800 m d.p.l). Jenis karnivora tersebut terekam dua kali menggunakan 100 kamera yang ditempatkan di 10 lokasi atau plot selama 1 tahun. Lokasi penempatan kamera berada di empat areal hutan primer (plot A,C,H,J) dan enam areal bekas tebangan tahun 1999 - 2010 (plot B,D,E,F,G,I). Plot pengamatan berbentuk lingkaran dengan diameter 1 km dan berjarak 100 – 1.000 m dari jalan utama logging.

Selain merekam jenis musang gunung, survey mengenai mamalia sedang dan besar tersebut juga mendapatkan 17 karnivora lainnya. Tiga spesies termasuk kategori terancam (kucing hutan Prionailurus planiceps, kucing merah Pardofelis badia dan musang air Cynogale benneti. Enam jenis kategori tergolong rentan pada daftar IUCN (musang belang Hemigalus derbyanus, binturong Arctictis binturong, macan dahan Neofelis diardi, kucing batu Pardofelis marmorata dan beruang madu Helarctos malayanus).

Hose’s Civet Diplogale hosei terekam kamera pada 10 Agustus 2011 dan 11 Nopember 2011

Keberadaan Hose’s Civet di plot B dimana areal hutannya telah ditebang delapan tahun yang lalu, menandakan tingkat toleransi spesies tersebut terhadap kegiatan penebangan yang dilakukan secara selektif.

Sistem tebang pilih (TPTI dan TPTJ) di areal PT SBK dengan penerapan Reduced Impact Logging (RIL) dalam skema pengelolaan hutan lestari, ternyata dapat mempertahankan keberadaan spesies karnivora langka tersebut.

Keberadaan beberapa spesies karnivora yang terancam punah lainnya di dalam konsesi PT SBK memperkuat bukti, bahwa skema pengelolaan hutan lestari (Sustainable Forest Management) dapat mempertahankan kelimpahan spesies yang tinggi di Borneo (Meijaard & Shell 2008, Wilting et al. 2010 b, Samejima et al. 2012).

 

Sumber tulisan :

Small Carnivore Conservation Journal, Volume 46 : July 2012

Last Updated on Wednesday, 01 August 2012 08:46