ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home KERJASAMA IUPHHK-HA PT. SARI BUMI KUSUMA DENGAN UNIVERSITAS KYOTO
KERJASAMA IUPHHK-HA PT. SARI BUMI KUSUMA DENGAN UNIVERSITAS KYOTO PDF Print E-mail
Thursday, 31 May 2012 08:50

PT. Sari Bumi Kusuma (PT. SBK), sebagai salah satu perusahaan IUPHHK yang telah menerima sertifikat ekolabel berstandar Forest Stewardship Council (FSC), memiliki komitmen yang tinggi dalam menerapkan Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari (PHAPL). Salah satu upaya yang ditempuh untuk mewujudkan PHAPL adalah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga perguruan tinggi dalam negeri ataupun luar negeri.

Kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi dalam negeri telah dilakukan dengan melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penelitian di bidang produksi, ekologi, silvikultur dan sosial masyarakat. Untuk kerjasama dengan pihak luar negeri, sejak tahun 2010 PT. SBK telah menandatangani nota kesepakatan dengan Departemen Ilmu Kehutanan dan Biomaterial, Sekolah Pasca Sarjana Pertanian Universitas Kyoto-Jepang.

Nota kesepakatan yang berlangsung selama tiga tahun (2010 - 2013) tersebut, ditandatangani di Jakarta oleh Direktur Utama PT. SBK, Bapak Jacoub Husin, dan Project Leader Sekolah Pasca Sarjana Pertanian Universitas Kyoto, Associate Prof. Mamoru Kanzaki.

Jalinan kerjasama yang mengambil tema Menciptakan Paradigma Pendayagunakan Hutan Hujan Tropis yang Berkelanjutan melalui Pengelolaan Hutan Secara Intensif dan Pemanfaatan  Sumber Daya Hutan yang Lebih Maju”, melibatkan beberapa lembaga kolaboratif  yang berada di bawah koordinator Universitas Kyoto, seperti; Universitas Utsunomiya, Center for Integrated Areas Studies Kyoto University, Center for Southeast Asian Studies Kyoto University, Forestry dan Forest Products Research Institute, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Tanjungpura (Untan).

Dalam pelaksanaan riset, para peneliti dari Universitas Kyoto dan lembaga kolaboratif dalam negeri ataupun luar negeri tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu :

  1. 1. Kelompok Penginderaan Jauh (Remote Sensing Group)

Bekerjasama dangan kelompok pemantauan hutan, kelompok penginderaan jauh melaksanakan studi dasar penginderaan jauh di areal PT. SBK.

 

  1. 2. Kelompok Pemantauan Hutan (Forest Monitoring Group)

Kelompok ini melakukan pembuatan plot di kawasan konservasi dan areal bekas tebangan TPTI dan TPTJ untuk mengetahui keanekaragaman jenis serta pertumbuhannya. Selain itu, kelompok ini juga melakukan estimasi biomassa dan studi dinamika karbon.

 

  1. 3. Kelompok Pemantau Genetik (Genetic Monitoring Group)

Kegiatan yang dilakukan kelompok pemantau genetik adalah pengambilan sampel daun meranti merah untuk diteliti DNA-nya.

 

  1. 4. Kelompok Keanekaragaman Hewan (Animal Diversity Group)

Pengambilan gambar dan perekaman suara burung merupakan tugas utama kelompok keanekaragaman hewan. Selain itu, kelompok ini juga memasang beberapa trap camera untuk mengamati dan merekam jenis satwa secara visual.

 

  1. 5. Kelompok Pemrediksi dan Pengolahan Kayu (Timber Prospecting And Processing Group)

Kelompok ini bersama dengan kelompok bioethanol dan kelompok penelitian komunitas lokal melakukan pencuplikan atau pengambilan sampel jenis pohon yang kurang dikenal, non-komersial, dan jenis tanaman hias yang berada di kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

 

  1. 6. Kelompok Bio-Ethanol (Bio-Ethanol Group)

Kelompok ini bekerja sama dengan kelompok pemrediksi dan pengolahan kayu serta kelompok penelitian komunitas lokal melakukan pencuplikan atau pengambilan sampel jenis pohon yang kurang dikenal, non-komersial, dan jenis tanaman hias yang berada di kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

 

  1. 7. Kelompok Bioprospeksi (Bioprospection Group)

Kegiatan yang dilakukan kelompok bioprospeksi adalah melakukan pengambilan sampel tanaman yang berpotensi biologis.

 

  1. 8. Kelompok Penelitian Komunitas Lokal (Local Community Research Group)

Survei program pengembangan komunitas yang dilakukan PT. SBK merupakan sasaran utama kelompok ini.

 

  1. 9. Kelompok Penelitian Hutan Sekunder (Secondary Forest Research Group)

Kelompok ini melakukan survei vegetasi areal ladang masyarakat  dan hutan sekunder yang terdegradasi.

 

*****

Last Updated on Thursday, 31 May 2012 09:04
 
Tuesday, 12 December 2017

Certificate

certificate
"Memilih dari sedikit pilihan jauh lebih baik daripada kita tidak punya pilihan dikemudian hari"
Admin