ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home Tentang Kami Sejarah

SEJARAH PENGELOLAAN HUTAN


IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma telah mengembangkan usaha dibidang kehutanan dan memperoleh areal konsesi sejak dikeluarkan Forestry Agreement (FA) No. FA/N/016/III/1978, tanggal 29 Maret 1978 dan SK Menteri Pertanian No. 599/Kpts/Um/11/1978, tanggal 18 November 1978, tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan dengan Luas 84.000 Ha (kelompok hutan Sungai Delang).  Berdasarkan Add. FA/N-AD/045/VII/1979 tanggal 14 Juli 1979, luas areal konsesi bertambah menjadi 270.000 Ha (penambahan luas 186.000 Ha berada di kelompok hutan Sungai Seruyan).

Setelah masa pengusahaan hutan jangka waktu pertama (20 tahun) berakhir, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma memperoleh perpanjangan konsesi berdasarkan SK. Menhut No. 201/Kpts-II/1998 tanggal 27 Februari 1998 dengan pengelolaan Hutan Tanaman Industri dengan sistem Tebang Pilih dan Tanam Jalur (HPHTI-TPTJ). Luas areal kerja seluruhnya 208.300 Ha yang terbagi dalam kelompok hutan Sungai Seruyan seluas 147.600 Ha dan kelompok Hutan Sungai Jelai-Sungai Delang seluas 60.700 Ha.  Berkurangnya luas areal tersebut, karena telah dikeluarkannya areal hutan yang berfungsi sebagai hutan lindung dan peruntukkan lain dari areal pengelolaan.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No. SK.221/VI-BPHA/2005 tanggal 18 Agustus 2005, IUPHHK-HA PT.Sari Bumi Kusuma ditunjuk/ditetapkan sebagai salah satu IUPHHK-HA dengan model Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTI-Intensif).  Kemudian,  berdasarkan surat Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No. S.88/VI-BPHA/2005 tanggal 22 Februari 2005, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma Provinsi Kalimantan Tengah ditunjuk sebagai peraga pembelajaran sistem Silvikultur Intensif.

Kegiatan pengelolaan hutan oleh IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma, sejak tahun 2011 menerapkan 2 sistem silvikultur, yaitu; Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif yang mengedepankan prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL). Penentuan sistem silvikultur didasarkan pada hasil identifikasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT/HCVF), topografi, dan kondisi sosial masyarakat sekitar hutan.

AKSESIBILITAS

Untuk mencapai areal kerja PT. Sari Bumi Kusuma (Base Camp Nanga Nuak) dapat ditempuh melalui 2 jalur, yaitu; Pontianak – Nanga Pinoh – Base Camp Nanga Nuak (darat, waktu tempuh ± 15 jam), dan Palangkaraya – Kasongan (darat, waktu tempuh ± 4 jam) – Senamang – Tumbang Kajamai – Base Camp Nanga Nuak (sungai, waktu tempuh ± 10 jam).

LETAK DAN KEWILAYAHAN

Secara geografis, areal PT. Sari Bumi Kusuma berada di antara 00o38’ – 01o07’ LS dan 111o54’ – 112o26’ BT. Dalam pembagian Administratif Kehutanan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan (luas: 48.000 ha) dan Kecamatan Bukit Raya serta Katingan Hulu, Kabupaten Katingan (luas: 99.600 ha), Provinsi Kalimantan Tengah.

TOPOGRAFI DAN JENIS TANAH

Kondisi lapangan (topografi) areal PT. Sari Bumi Kusuma umumnya bergelombang dengan persentase kelerengan; datar (1,94 %), landai (29,43 %), agak curam (46,99 %), curam (21,10 %), dan curam (0,54 %).  Areal tersebut memiliki ketinggian minimum + 100 m dan maksimum 1.552 m dpl, dengan rata-rata ketinggian 400 m dpl.

Berdasarkan Peta Tanah Pulau Kalimantan skala 1:1.000.000 yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Bogor, areal kerja PT. Sari Bumi Kusuma didominasi jenis tanah Kambisol Distrik, Podsolik Kandik dan Oksisol Haplik (44,74 %).

IKLIM

Berdasarkan klasifikasi iklim Schimdt dan Ferguson, kondisi iklim areal IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma termasuk tipe iklim A. Curah hujan rata-rata mencapai 273,94 mm/bln dan rata-rata hari hujan 11,28 hari. Suhu rata-rata bulanan berkisar antara 220C - 280C pada malam hari dan 300C - 330C pada siang hari.

 
Wednesday, 22 November 2017

Certificate

certificate
"Seringkali kita merasa mencintai tetapi yang terjadi sebenarnya adalah kita hanya mementingkan pengakun atas eksistensi kita."